Kamis, 26 Juni 2008

Rapat & Luruskan Barisan

“Luruskanlah shaf-shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf termasuk menyempurnakan shalat”(HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud)


Sering kita kita lihat dan alami, di saat shalat berjama’ah, shaf (barisan) jama’ah shalat tidak rapat, sangat renggang sekali. Hal ini disebabkan oleh karena ketidaktahuan atas sunnah di dalam shalat berjama’ah dan juga kebanyakan jama’ah menggunakan sajadah yang sangat lebar dan kebanyakan jamaah shalat berdiri sesuai dengan lebar sajadah mereka masing-masing sehingga merenggangkan jarak di antara mereka. Padahal ukuran lebar sajadah itu tidak sesuai dengan sunnah yang dianjurkan dalam shalat berjama’ah, yaitu shaf yang rapat dan lurus.

Imam berkewajiban untuk menghimbau jama’ah untuk merapatkan, meluruskan shaf shalat dan tidak memulai sebelum para jama’ah sudah siap, shaf lurus dan rapat. Karena shaf yang tidak rapat dan lurus akan mengakibatkan perpecahan, perselisihan, permusuhan dan kedengkian di antara hati kaum muslim. Berdasarkan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wassallam yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, ia berkata, “Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam meluruskan bahu-bahu kami ketika shalat, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda: ‘Luruskanlah shafmu jangan berantakan, karena jika kalian tidak kompak dalam barisan, niscaya hati kalian akan saling berselisih, kemudian hendaklah di antara kalian mengiringiku (dalam barisan shaf) orang yang bijaksana dan cerdas, kemudian barulah yang setelahnya dan begitu seterusnya.” Ibnu Mas’ud berkata, “Saat ini kamu dalam perselisihan.” (HR. Muslim, Abu Dawud, Ahmad, An-Nasa’i)

Diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam meluruskan shaf-shaf kami seolah-olah sedang meluruskan anak panah, sehingga Beliau melihat saya di tengah-tengah. Kemudian pada suatu hari Beliau keluar (untuk mendirikan shalat berjama’ah), ketika hampir takbiratul ihram, Beliau melihat seorang Badui dadanya keluar dari shaf, dengan tegas Beliau bersabda, “Hai Hamba ALLAH! Luruskan shaf kalian atau ALLAH akan memperselisihkan di antara kalian.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud serta yang lainnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda, “Hendaklah kamu meluruskan shaf kamu atau ALLAH akan memperselisihkan hati-hatimu.”

Menurut Imam Nawawi, Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam, “Hendaklah kamu meluruskan shafmu atau ALLAH akan memperselisihkan di antara wajah-wajahmu”, menurut riwayat lain: ALLAH mengganti muka-mukamu dan menukarnya dengan rupa yang lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda, “ALAH  menjadikan rupa (wajah orang yang tidak meluruskan shafnya) seperti keledai.” Ada yang berpendapat bahwa yang diubah adalah sifat-sifatnya, dan hanya ALLAH yang lebih mengetahui maksudnya. Artinya, tumbuh permusuhan dan kedengkian serta dendam yang berada di hati, sebagaimana perkataan berubahnya wajah si fulan terhadap saya maknanya, ia memperlihatkan kebencian kepada saya dan hatinya telah berubah. Karena shaf yang berantakan dalam shalat menunjukkan perbedaan dalam kenyataan, perbedaan yang tampak dalam barisan menunjukkan perbedaan yang terjadi dalam hati sesama muslim.

Imam Hafizh berpendapat, “Atas dasar ini, meluruskan shaf wajib hukumnya, dan tidak mengindahkannya (menyepelekannya) menjadi haram.”

Nabi shallallahu 'alaihi wassallam telah menjelaskan bahwa tidak lurusnya shaf menunjukkan tidak sempurnanya shalat, dari Anas in Malik menjelaskan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda, “Luruskanlah shaf-shafmu, sesungguhnya meluruskan shaf termasuk menyempurnakan shalat.” (HR. Muslim, Ahmad, Abu Dawud)

Dalam hadits lain diriwayatkan, ‘Luruskan shaf - shafmu sesungguhnya shaf-shaf bagian dari shalat.” ((HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam memberitahukan bahwa setan-setan membuat kerusakan di antara orang-orang shalat yang renggang shafnya. Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda, “Berdirilah secara bershaf, luruskanlah pundak-pundakmu, peliharalah dari kerusakan jangan beri lowong bagi setan, siapa yang menghubungkan shaf (merapatkannya) niscaya ALLAH yang menghubungkannya, dan barangsiapa memutuskan shaf (merenggangkannya) maka ALLAH memutuskannya.”

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda, “Perbaikilah shaf-shafmu, dekatlah dalam bershaf, luruskan dengan bahumu, demi ALLAH yang jiwaku di tangan-NYA, sesungguhnya aku melihat setan masuk di antara shaf yang renggang seperti seekor anak kambing hitam yang kecil dan tanpa telinga.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah)

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata, ‘Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam dengan mukanya menoleh kepada manusia, lalu bersabda, “Berdirilah bershaf-shaf niscaya ALLAH mengokohkan barisan-barisanmu (persatuan di kalangan umat Islam), atau jika tidak maka ALLAH akan menjadikan hati-hatimu saling berselisih.” Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam melanjutkan sabdanya. Aku melihat seorang lelaki di antara kami menempelkan bahunya ke bahu temannya dan mata kakinya ke mata kaki temannya. (HR. Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah dan Daruquthni)

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh AL-Bukhari diriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Salah seorang dari kami menempelkannya bahunya ke bahu temannya serta kakinya ke kaki temannya.” (HR. Bukhari)

Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Berdasarkan hadits Nu’man di atas, dapat diketahui bahwa yang dimaksud dari mata kaki dalam ayat wudhu adalah tulang yang menonjol di kedua samping kaki, dan adanya di pergelangan atau sambungan antara kaki dengan telapak kaki. Bagian kaki ini yang mungkin dapat disentuhkan dengan kaki orang yang ada di sampingnya, berbeda dengan pendapat Ka’ab yang mengatakan ia adalah bagian kaki yang ada paling bawah.” (Lihat Fathul Bari)

Wahai saudaraku, engkau telah mengetahui bahwa meluruskan dan merapatkan shaf dalam shalat sangat penting, maka waspadalah kamu jangan sampai menyepelekan dan tidak mengindahkannya.
Jika seseorang di sebelahmu yang ingin mengajakmu meluruskan barisan maka sambut ajakannya dan berlaku lembutlah, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wassallam bersabda, “Luruskanlah barisan shaf-shaf kalian dan ratakan bahumu dan berlaku lemah lembutah di antara sesamamu.”

Sumber: 44 Kesalahan Orang Shalat, Al-Bayumi